Kamis, 31 Oktober 2013

interview (gagal)

A: jadi kalo bosen kerjaannya kemana aja?
B: toko buku..
A: sudah?
B: emm.. kebon binatang.
A: apa?
B: ITU ADA KUDA PAKE SEPATU KACA COY!

koit

tidak tepat di sebelah mendiang istrinya, ibu dari ayahku, nenek ku.

Kadang kala kita membutuhkan suatu pengingat untuk diri sendiri. Batu yang terukir nama diri sendiri di depan gedung yang mewah, di dalam sebuah kaca bening yang setiap hari dibersihkan oleh petugas outsource, atau di tembok sebuah tempat ibadah terbesar di Asia Tenggara mungkin menyimpan sebuah nilai kebanggaan bagi penggoresnya. Setiap orang berlomba-lomba menduduki jabatan struktural dengan mengangkangi norma agar dapat menggoreskan tanda dari sebuah tangan di suatu bangunan, gedung, atau tempat ibadah atau tempat apalah yang kalian anggap indah. Namun apakah kebanggaan tersebut masih berpengaruh saat nama mu ditulis di sebuah batu berukuran 60x30 cm yang dipesan di pemahat prasasti pinggir jalan? Bagaimana kalau kau mati?

Kadang juga dalam keramaian, seseorang tidak akan pernah berfikir jernih. Keramaian mengganggu pikiran, begitu kata orang-orang hebat jaman dahulu. Hingga pada akhirnya dibutuhkan kesepian sehingga manusia dapat berpikir jernih. Kekuatan pikiran baru dapat digunakan ketika seseorang berkontemplasi sendiri tanpa ada yang mengganggu. Dan mati itu sepertinya... sepi. Apakah manusia harus mati dulu agar ia dapat berfikir jernih? Atau berfikir jernih dulu untuk mempersiapkan mati?

Jumat, 25 Oktober 2013

And don’t worry about losing. If it is right, it happens — The main thing is not to hurry. Nothing good gets away.

Steinbeck, a letter to his son, Thom, in 1958.

Selasa, 15 Oktober 2013

dan tuhan, terima kasih. mungkin ini caramu membuatku tetap bersyukur, dengan tidak mengabulkan permintaan ku.

Senin, 08 Juli 2013

rumah

bagi gue, rumah adalah dia. karena dia adalah tempat gue pulang. karena, orang terbaik buat kita itu seperti rumah yang sempurna. sesuatu yang bisa melindungi kita dari gelap, hujan, dan menawarkan kenyamanan.
-Raditya Dika dalam Manusia Setengah Salmon

Sabtu, 01 Juni 2013

kuning

ceritakan pada ku indahnya keluh kesah mu. sebelum angin senja membasuh jauh. tetaplah di istana mu, langit yang biru kelabu. biarlah rinduku ku simpan bersama mimpiku. bila kah kau ajak ku bertemu kembali selalu, kutunggu kuningmu disetiap waktu ku. -RS-

sutkusut

kalau anda bertemu dengan orang ini, tolong sampaikan salam padanya. hidup tidak sepanjang senar gitar. masih panjang bung. hidup masih bisa dilalui walaupun kaya benang kusut. benang kusut aja bisa lurus lagi, apalagi hidup. jalan lah ke tempat-tempat yang kusut, pasti ada bonus yang didapet ketika bisa lolos dari benang kusut, apalagi kalo bisa ngelurusin benang yang kusut lagi. salam muka kusut :'D